Unit Usaha BUMDes

Profil lengkap setiap unit usaha yang dikelola BUMDes.

Pertanian abdi mulya

Pertanian abdi mulya

Pertanian yang
peternakan unggul

peternakan unggul

menyediakan hasil pertanian yang berkualitas
Pengelolaan Air Bersih Desa (Unit Layanan Publik BUMDes)

Pengelolaan Air Bersih Desa (Unit Layanan Publik BUMDes)

Unit pengelolaan air bersih merupakan salah satu bentuk usaha layanan publik yang sangat vital di tingkat desa. BUMDes mengelola sumber daya air lokal untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan. Pengelolaan ini mencakup penyediaan sarana prasarana seperti jaringan pipa, tandon air, pompa, meteran, serta sistem distribusi yang teratur.
Selain infrastruktur, BUMDes menyusun sistem pengelolaan yang transparan dan berkeadilan, di mana tarif air ditetapkan melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan biaya operasional dan kemampuan masyarakat. Unit ini memastikan bahwa kualitas air tetap terjaga melalui pengecekan kebersihan, pemeliharaan fasilitas, dan monitoring debit air secara berkala.
Manfaat ekonomi dan sosial dari unit pengelolaan air bersih sangat besar. Masyarakat tidak perlu lagi mengambil air secara manual atau membeli air dengan harga lebih mahal dari luar desa. Akses air bersih yang memadai meningkatkan kualitas hidup warga, mendukung kesehatan masyarakat, serta mengurangi risiko penyakit yang berasal dari air kotor. Pendapatan dari unit air bersih juga digunakan untuk pengembangan fasilitas desa serta pemeliharaan infrastruktur air jangka panjang.
Dalam pengembangannya, unit pengelolaan air bersih BUMDes dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem pembayaran digital, sensor pemantauan penggunaan air, hingga pembangunan instalasi pengolahan sederhana untuk menjaga kualitas air. Dengan demikian, keberlanjutan dan ketersediaan layanan air bersih untuk generasi berikutnya dapat terjamin.
LKM (Lembaga Keuangan Mikro / Unit Simpan Pinjam BUMDes)

LKM (Lembaga Keuangan Mikro / Unit Simpan Pinjam BUMDes)

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang dikelola oleh BUMDes merupakan unit usaha yang bertujuan menyediakan akses layanan keuangan yang mudah, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat desa. Keberadaan LKM sangat penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha, dana darurat, atau pembiayaan pertanian tanpa harus bergantung pada lembaga keuangan informal yang seringkali menetapkan bunga tinggi.
LKM BUMDes beroperasi dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas, melayani kegiatan simpan pinjam, tabungan kelompok, hingga pembiayaan khusus bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, dan kelompok usaha bersama. LKM juga dapat memberikan edukasi terkait literasi keuangan, manajemen usaha, dan perencanaan keuangan sehingga masyarakat lebih bijak dalam mengelola dana.
Dengan sistem administrasi yang tertata dan pengawasan berkala, LKM mampu menjadi lembaga keuangan desa yang terpercaya. Selain memberikan tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes), LKM dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Pembiayaan yang tepat sasaran dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perdagangan, dan industri rumah tangga. Dalam jangka panjang, LKM berpotensi dikembangkan menjadi lembaga keuangan desa yang lebih maju, misalnya koperasi modern atau unit pembiayaan syariah yang berbasis akad bagi hasil.
Toko Desa (Unit Perdagangan dan Penyediaan Kebutuhan Pokok)

Toko Desa (Unit Perdagangan dan Penyediaan Kebutuhan Pokok)

Toko Desa merupakan salah satu unit usaha strategis BUMDes yang berfokus pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat secara mudah, murah, dan terjangkau. Keberadaan Toko Desa menjadi sarana penting untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dengan menyediakan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, sembako, produk pertanian, serta barang konsumsi harian lainnya.
Operasional Toko Desa dikelola secara profesional oleh BUMDes dengan menerapkan prinsip transparansi, efisiensi, dan pelayanan yang ramah. Selain memberikan keuntungan ekonomi bagi BUMDes, Toko Desa berfungsi sebagai penyeimbang harga di tingkat desa sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasar luar desa. Dengan adanya Toko Desa, akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjadi lebih mudah, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan sirkulasi ekonomi lokal.
Toko Desa juga dapat menjadi pusat distribusi bagi produk-produk UMKM lokal. Produk hasil pertanian, makanan olahan, dan kerajinan warga dapat dipasarkan melalui Toko Desa sehingga memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam jangka panjang, pengembangan Toko Desa dapat diarahkan menjadi minimarket desa yang modern, menerapkan sistem kasir digital, dan bekerja sama dengan pemasok besar untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang.